HomeTutorial PHPCara Menggunakan Pernyataan Switch Case

Cara Menggunakan Pernyataan Switch Case

Pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai cara menggunakan pernyataan switch case pada pemrograman PHP. Sebelumnya kita telah membahas mengenai penggunaan if…else untuk pengambilan keputusan. Decision making sangat diperlukan untuk memperoleh beberapa kondisi dalam sebuah aplikasi maupun website.

Apa Fungsi Pernyataan Switch Case pada PHP…?

Sebenarnya pernyataan switch case ini hampir mirip dengan perintah if else. Perintah ini dipakai untuk mengecek kebenaran nilai dengan banyak pilihan. Perintah switch tidak bisa dipakai untuk percabangan dengan operasi yang rumit misalnya membandingkan nilai dua variable. Contohnya kita tidak bisa menggunakan nilai terkecil dari penggunaan pernyataan if.

Syntax:

switch (n){
   case label1:
    // kode dieksekusi jika n = label1
    break;
    case label2:
    // kode dieksekusi jika n = label1
    break;
    case label3:
    // kode dieksekusi jika n = label1
    break;
    default:
    // kode dieksekusi ketika n sudah tidak ada pilihan
    break;
}

 

Penting ! Pada case  kita menggunakan tanda titik dua (:), sedangkan pada break dan default menggunakan tanda titik koma (;).

Secara umum, syntax dari pernyataan switch menggunakan case pada masing – masing kondisi. Jika case 1 tidak memenuhi maka akan dilanjutkan pada case 2 dan selanjutnya. Setiap case harus selalu diakhiri dengan perintah break; untuk memberhentikan dan keluar dari switch. Jika semua case yang tersedia tidak ada yang memenuhi maka pernyataan akan masuk langsung pada kondisi default.

Contoh Kode:

<?php
    $warna_asik = "biru";
    switch($warna_asik){
        case "merah":
            echo "Warna favorit anda adalah merah";
            break;
        case "biru":
            echo "Warna favorit anda adalah biru";
            break;
        case "hijau":
            echo "Warna favorit anda adalah hijau";
            break;
        default:
            echo "Warna favorit adalah Jingga";
        break;
    }
?>

Output Kode:
Warna favorit anda adalah biru

Hasil dari kode tersebut “Warna favorit anda adalah biru” karena pilihan masuk pada case “biru”. Sementara itu, ketika kita ganti nilai variable $warna_asik menjadi “pink” maka akan masuk pada kondisi default. Perhatikan kode dibawah ini.

<?php
    $warna_asik = "pink";
    switch($warna_asik){
        case "merah":
            echo "Warna favorit anda adalah merah";
            break;
        case "biru":
            echo "Warna favorit anda adalah biru";
            break;
        case "hijau":
            echo "Warna favorit anda adalah hijau";
            break;
        default:
            echo "Warna favorit adalah Jingga";
        break;
    }
?>

Output Kode:
Warna favorit adalah Jingga

Apa Perbedaan if, if else dan switch case…?

if :
– merupakan percabangan paling dasar.
– jika pernyataan terpenuhi (true) maka akan dijalankan, sedangkan jika tidak terpenuhi (false) tidak akan dijalankan.

if else:
– Pada penggunaan default pada case mirip dengan bagian else pada IF.
– pada perintah ini jika pernyataan tidak memenuhi (false) maka akan dilanjutkan sampai bagian else sehingga pada bagian ini dijalankan.

switch case:
– dinyatakan untuk bilangan bulat atau string(karakter).
– harus menggunakan break; untuk mengakhiri statement.

Demikian tutorial pemrograman PHP mengenai cara menggunakan pernyataan switch case. Selanjutnya kita akan membahas mengenai perulangan for pada pemrograman. Semoga tutorial ini bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.